Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

DAPATKAN PENAWARAN MENARIK DENGAN MENGISI FORMULIR INI


Awas! Ini Dampak pH, BOD, COD, TSS, dan Ammonia dalam Air Limbah Terhadap Kesehatan Manusia | Ady Lab

Dampak pH, BOD, COD, TSS, dan Ammonia dalam Air Limbah Terhadap Kesehatan Manusia

Apa dampak pH, BOD, COD, TSS, dan Ammonia dalam Air Limbah?
Air limbah merupakan reservoir bagi kehidupan berbagai mikroorganisme termasuk yang pathogen sehingga dapat membawa penyakit pada manusia.

Limbah cair yang memilki nilai BOD dan COD rendah tentunya akan memiliki kandungan organik yang tinggi sehingga memudahkan bakteri – bakteri pathogen untuk limbah.

Apabila limbah cair yang memiliki nilai BOD dan COD rendah tersebut dibuang ke lingkungan /perairan, maka tentunya akan memilki kandungan bahan organik tinggi yang telah ditumbuhi bakteri – bakteri pathogen beserta hasil metabolismenya yang menimbulkan bau menyengat serta menyebabkan gangguan pada kesehatan manusia maupun hewan yang ada disekitar perairan tersebut.

Kebanyakan penyakit yang timbul adalah penyakit saluran pencernaan seperti cholera, disentri, thypus, dan lainnya.

Sedangkan limbah cair yang mengandung bahan kimia dapat membahayakan kesehatan manusia. Bahan pencemar kimia tersebut dapat menimbulkan penyakit baik secara langsung maupun tidak langsung.

Kandungan pH yang terlalu rendah atau terlalu tinggi adalah salah satu parameter pencemaran oleh bahan kimia, yang apabila dibuang langsung ke lingkungan akan menimbulkan penyakit.

Antara lain penyakit dermatitis (kulit), iritasi pada mata, dan pada titik ekstrim dapat menimbulkan keracunan akut.

Air yang aman untuk kebutuhan manusia memiliki pH netral = 7. Jika pH tinggi maka disebut air bersifat alkalin / basa, sementara jika pH rendah maka disebut air bersifat asam.

Diantara industri-industri yang akan menghasilkan air limbah ber-pH tinggi adalah industri sabun / deterjen.
Sabun / deterjen memiliki nilai pH tinggi
Hal itu karena sabun / deterjen memiliki nilai pH tinggi antara 9 - 11 dengan bahan-bahan seperti:
1. Surfaktan (surface active agent), yaitu zat aktif permukaan yang mempunyai ujung berbeda yaitu hidrofil (suka air) dan hidrofob (suka lemak). 

Ada 4 kategori surfaktan:
a. Anionik:
b. Kationik: Garam Ammonium
c. Non ionik: Nonyl phenol polyethoxyle
d. Amphoterik: Acyl Ethylenediamines

2. Builder, berfungsi meningkatkan efisiensi pencuci dari surfaktan dengan cara menon-aktifkan mineral penyebab kesadahan air.

3. Filler, adalah bahan tambahan detergen yang tidak mempunyai kemampuan meningkatkan daya cuci, tetapi menambah kuantitas. Contoh Sodium sulfat.

4. Aditif, yaitu bahan suplemen / tambahan untuk membuat produk lebih menarik, misalnya pewangi, pelarut, pemutih, pewarna dst, tidak berhubungan langsung dengan daya cuci detergen.

Additives ditambahkan lebih untuk maksud komersialisasi produk. Contoh: Enzim, Boraks, Sodium klorida, Carboxy Methyl Cellulose (CMC).

Materi tersuspensi (Total Suspended Solids) mempunyai efek yang kurang baik terhadap kualitas air karena menyebabkan kekeruhan dan mengurangi cahaya yang dapat masuk ke dalam air. Oleh karenanya, manfaat air dapat berkurang, dan organisme yang butuh cahaya akan mati.

Kematian organisme ini akan mengganggu ekosistem akuatik. Apabila jumlah materi tersuspensi ini akan mengendap, maka pembentukan lumpur dapat sangat mengganggu aliran dalam saluran, pendangkalan cepar terjadi, sehingga diperlukan pengerukan lumpur yang lebih sering.

Dapat dimengerti bahwa pengaruhnya terhadap kesehatan pun menjadi tidak langsung.

Menurut pendapat ahli, bahwa adanya ammonia dalam air menunjukkan adanya pencemaran oleh kotoran manusia atau kotoran hewan dalam perairan.

Apabila limbah yang mengandung kadar ammonia tinggi dibuang langsung ke badan – badan air, maka akan menyebabkan penyakit pada manusia.

Jalur penularannya yaitu secara oral-fecal infection, bahkan ada pula infeksi secara langsung melalui penetrasi kulit, misalnya penyakit cacing tambang dan Schistosomiasis.

Oleh karena itu, parameter pH, BOD, COD, TSS, dan ammonia pada air limbah penting untuk dimonitorin dan ditreatment.

Untuk mengukur parameter masing-masing parameter di atas, dibutuhkan metode dan alat lab scientific yang sesuai.

Misalnya untuk mengukur nilai pH air limbah, maka dibutuhkan alat bernama pH meter. Ada pH meter yang murah seperti kertas lakmus, namun alat ini resolusinya sangat rendah.

Ady Water jual pH meter digital untuk mengukur parameter pH dengan cepat, tepat, dan akurat. Diantaranya merek Hanna Instruments, Apera, Ionix, Lutron, Horiba, HM Digital, dan lain-lain.

jual ph meter digital, jual ph meter air, jual ph meter tanah, jual ph meter murah, jual ph meter hanna, jual ph meter dan tds, harga ph meter, harga ph meter portable, harga ph meter air kolam, harga ph meter hanna instrument, harga ph meter air, harga ph meter hidroponik
Harga pH meter Hanna HI8424 berapa ya untuk pengukuran pH air limbah